Heart Poem

based on true story enjoy

Rabu, 29 Oktober 2008

Sendiri
aku merindukan seorang kekasih yang dapat menutupi kerapuhan hatiku. betapa tidak aku sudah sungguh putus asa. tiada yang bisa menghias hari ku yang penuh dengan emosi. aku butuh kesejukan dari sosok seorang wanita. apakah aku tidak berhak menemukan kehangatan pada saat hatiku sedang beku dilanda kecemasan. mengapa aku belum juga menemukan.
hari ku penuh dengan duka. aku membutuhkan kelegaan. rusuk ku yang hilang harus kembali pulang. sampai kapan harus ku merana.
lembaran hidupku seakan diukir dengan coretan tak berguna. berapa kali lagi harus ku tuliskan betapa aku membutuhkan sang kekasih. tulisan ini pun seakan tak pernah cukup untuk menguraikan kepedihan ku.

Kejam
tiada satu pun di dunia yang layak untuk dipercaya. semua hanya omong kosong belaka. umpan balik adalah imbalan nya. jika tidak tak ada bantuan atau harapan. kasih sayang itu seperti materi yang dapat dibeli. apakah dapat diberi secara tulus. aku rasa tidak. semua harapan akan sia-sia. coba diam sejenak dan diam. tanpa kata tanpa suara tanpa sikap. apakah ada yang akan menolongmu. manusia hanya akan dicintai bila dia berguna, jika tidak bersiaplah untuk tersisih dan terlupa. karena hidup ini kejam tajam seperti mata pisau, panas seperti bara api, dingin seperti es


Kejam2
manusia dibekali dengan otak dan raga. seharusnya dapat berguna. tapi ada yang tak memamanfaatkannya. layakkah dia bernafas di dunia?
aku rasa tidak
tugas yang lain untuk memusnahkannya. karena hanya akan merugikan saja. apakah itu terlalu kejam?
aku rasa tidak
karena memang begitulah seharusnya. aku pun tidak berguna. musnahkan sajalah aku

Label: